Benarkah Bekerja dari Rumah Lebih Menguntungkan?

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 21 Oct 2017 20:48 WIB
karier
Benarkah Bekerja dari Rumah Lebih Menguntungkan?
Benarkah Bekerja dari Rumah Lebih Menguntungkan? (Foto: gettyimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi dari Cardiff University menemukan bahwa mereka yang bekerja dari rumah atau pekerja jarak jauh cenderung lebih bahagia dengan pekerjaan dan bekerja lebih rajin dibandingkan mereka yang bekerja di kantor.

Namun, mereka juga cenderung bekerja melebihi jam kerja dan kemungkinan sulit memisahkan kehidupan rumah dan pekerjaan.

Bekerja di rumah memang tengah menjadi tren saat ini. Di Inggris, terjadi penurunan jumlah dalam hal bekerja di kantor sebanyak 75 persen di tahun 2001 dan 66 persen di tahun 2012. Sementara, jumlah pekerja yang berkerja di rumah meningkat 20 persen di tahun 2003 dan 24 persen di tahun 2015 di Amerika Serikat.

Untuk menggali lebih dalam, para peneliti meninjau kembali beberapa penelitian dan survei sebelumnya untuk menghasilkan beberapa kesimpulan berbasis bukti.

Salah satu hasilnya, para pekerja merasa diuntungkan dari tren tersebut karena pekerja mereka bisa memperpanjang waktu kerja.

"Pekerja jarak jauh cenderung membutuhkan pekerjaan yang membutuhkan kerja keras, di luar jam kerja formal untuk menyelesaikannya," demikian menurut sebuah surat kabar.

Sebagai contoh, 39 persen pekerja jarak jauh mengungkapkan bahwa mereka sering bekerja jauh di atas jam kerja formal, dibandingkan 24 persen pekerja kantor yang merasakan hal sama.

Dan dalam beberapa hal, pekerja jarak jauh juga cenderung merasakan kepuasan kerja lebih tinggi dan senang dengan pekerjan yang dilakukan dibandingkan mereka yang bekerja di kantor.

Namun, kecemasan terkait pekerjaan juga lebih tinggi dibandingkan pekerja kantor. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kekhawatiran pekerja jarak jauh lebih tinggi, yaitu 44 persen bila dibandingkan pekerja kantoran sebesar 33 persen. Hal ini dikarenakan pekerja jarak jauh lebih sulit melepaskan diri dari pekerjaan.

Coauthor Alan Felstead, PhD, seorang profesor riset di sekolah ilmu sosial, mengatakan bahwa pekerja jarak jauh dapat memperoleh keuntungan dengan menemukan cara untuk mengembalikan batas antara pekerjaan dan rumah.

"Beberapa orang membuat kantor di rumah, beberapa lainnya membagi ruang lain menjadi kantor seperti menjadikan meja makan sebagai meja kantor."

Namun, strategi ini tak selalu menguntungkan perusahaan. Pada tahun 2013, misalnya, Yahoo melarang bekerja dari rumah karena "kecepatan dan kualitas sering dikorbankan," kata perusahaan itu.

Secara keseluruhan, para peneliti menyimpulkan bahwa bekerja jarak jauh tampaknya menguntungkan bagi pengusaha dan karyawan."

Mereka menambahkan, "Melepaskan diri dari kewajiban bekerja di kantor tidak dapat disangkal merupakan aspek penting dari mengubah sifat pekerjaan di abad ke-21."


(ELG)