Unik, Keluarga Ini Lakukan Pemotretan Bayi Baru Lahir Setelah 21 Tahun Berlalu

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 18 Aug 2017 15:58 WIB
keluarga
Unik, Keluarga Ini Lakukan Pemotretan Bayi Baru Lahir Setelah 21 Tahun Berlalu
Uniknya, sebuah keluarga melakukan pemotretan semacam itu 21 tahun setelah anak laki-laki mereka lahir. (Foto: Independent.co.uk)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemotretan bayi baru lahir adalah hal yang umum dilakukan dalam sebuah keluarga untuk mengenang memori dimana buah hati mereka lahir ke dunia. 

Uniknya, sebuah keluarga melakukan pemotretan semacam itu 21 tahun setelah anak laki-laki mereka lahir. 


Rebecca Hayes and David Ward adalah pasangan yang berpisah setelah anak mereka, Clayton, lahir. Kemudian, mereka masing-masing berkeluarga dengan orang lain. Namun keduanya tetap berteman baik demi anak mereka. 

Sayangnya, itu berarti mereka tak memiliki kesempatan untuk melakukan pemotretan bayi baru lahir. Beberapa tahun kemudian, Hayes dan Ward kembali bersatu karena pasangan resmi mereka meninggal dunia. 

Ide untuk melakukan pemotretan bayi baru lahir tersebut pun muncul tak berapa lama setelah mereka kembali bersama. 
?Dengan bantuan teman keluarga dan fotografer Duffi Crowson, ide yang awalnya hanya bercanda tersebut segera terealisasi.

(Baca juga: Begini Cara Jitu Tampil Keren di Foto)


"Kami telah banyak berdiskusi agat tidak menjadi menyeramkan, dimana bagi beberapa orang memang terasa demikian. Namun tak apa-apa," tukas Rebecca pada HuffPost. 

Ia menambahkan, bahkan mereka sempat berpikir untuk membuat keranjang besar dan melibatkan boneka beruang besar sebagai properti. 

"Namun, pada akhirnya kami memutuskan bahwa sesuatu yang sederhana sudah cukup."

Keluarga tersebut melakukan berbagai pose umum seperti membelai, memeluk, hingga memegang kaki anak mereka yang telah berusia 21 tahun tersebut. 

"Saya hanya ingin agar orang lain tahu bahwa hidup itu aneh, mengerikan, dan indah. Anda tak akan tahu kapan itu, dan Anda harus menerima itu semua sepenuhnya. Kita melalui banyak hal sulit dan hal itu membuat kita belajar memahami hal-hal penting."












(TIN)