Survei: Orang yang Menyewa Rumah sering Merasa Kesepian

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 28 Apr 2018 18:00 WIB
survei
Survei: Orang yang Menyewa Rumah sering Merasa Kesepian
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah laporan melihat bahwa mereka yang menyewa rumah lebih merasa kesepian daripada mereka yang memiliki rumah sendiri.

Kemungkinan, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi hal tersebut seperti usia, finansial, dan kurangnya koneksi dengan komunitas.

Sebuah gambaran dari Office for National Statistics (ONS) menemukan bahwa 61 persen penyewa rumah berusia muda lebih sering merasa kesepian dibandingkan 41 persen dari keseluruhan sampel.

ONS melihat adanya beberapa alasan potensial antara menyewa rumah dan merasa kesepian secara reguler.

Pada Agustus 2016 hingga Maret 2017, Community Life Survey menanyakan berbagai orang yang tinggal di Inggris tentang seberapa sering mereka merasa kesepian. Jawaban dibagi dalam beberapa kategori: sering/selalu, terkadang, kadang-kadang, hampir tidak pernah, dan tidak pernah.

Hasilnya, orang-orang yang merasa bahwa mereka bukan bagian dari lingkungan mereka merasa lebih kesepian. Ini merupakan pengalaman umum bagi mereka yang menyewa untuk jangka waktu singkat daripada tinggal di rumah yang sama selama bertahun-tahun.

Mereka yang kurang percaya pada orang-orang di daerah mereka juga merasa lebih kesepian, yang biasanya dialami mereka yang harus tinggal di daerah yang tidak nyaman dengan harga sewa murah.

Orang yang lebih muda, yaitu uasia 16-24 tahun, juga cenderung merasa kesepian lebih sering daripada kelompok usia lainnya, karena banyak masuk dalam kategori 'sering / selalu' dan paling sedikit mencentang 'tidak pernah' merasa kesepian.

Kelompok usia 25-34 tahun adalah yang paling banyak merasa 'kadang-kadang' kesepian.

Di satu sisi, mereka yang memiliki rumah cenderung berusia lebih tua seperti awal 30an.

ONS juga mencatat bahwa kemungkinan penyewa merasa lebih terisolasi dapat dikaitkan dengan ketidakamanan keuangan.

Kurangnya koneksi dengan orang lain juga memainkan peran besar dalam kesepian, selain masalah keuangan.

Mereka yang tidak pernah mengobrol dengan tetangga mereka 43 persen lebih mungkin untuk merasa kesepian daripada mereka yang melakukannya, sementara mereka yang mengunjungi teman dan keluarga kurang dari sebulan sekali 84 persen lebih mungkin untuk merasa kesepian daripada mereka yang melihat teman dan keluarga setiap hari.

Orang-orang yang merasa tidak memiliki rasa memiliki di lingkungan mereka juga cenderung merasa sering kesepian.  

 


(DEV)