Memiliki Anak Membuat Durasi Beraktivitas Bertambah Lama

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 19 Oct 2018 07:15 WIB
keluargapsikologi
Memiliki Anak Membuat Durasi Beraktivitas Bertambah Lama
Sebuah studi menemukan bahwa tak sedikit orang tua yang stres karena mengurus aktivitas keseharian anak-anak mereka. (Foto: John-Mark Smith/Unsplash.com)

Jakarta: Mengurus anak memang bukan hal mudah. Bahkan, sebuah studi menemukan bahwa tak sedikit orang tua yang stres karena mengurus aktivitas keseharian anak-anak mereka. 

Studi yang melibatkan 2.000 ibu dan ayah tersebut menemukan bahwa beberapa aktivitas seperti menidurkan anak, belanja mingguan, menyuruh anak mandi, serta meminta anak belajar dan berhenti bermain gawai membuat orang tua pusing. 

Pulang lebih cepat agar bisa bertemu dengan anak sebelum mereka tidur, mengetahui makanan yang tepat untuk anak dan masuk kerja tepat waktu adalah keinginan para orang tua. 

Jajak pendapat tersebut juga menyebutkan bahwa orang tua mengalami enam kali stres per hari dan merasa memiliki anak berusia 5 tahun adalah momen yang paling membuat stres. 

Studi yang dilakukan oleh aplikasi pengisian bensin tanpa keluar mobil BPme tersebut juga menemukan bahwa anak-anak cenderung rewel ketika orang tua mengisi bahan bakar kendaraan. 

"Para peneliti menemukan bahwa orang tua di Inggris kesulitan melalui hari-hari tanpa kehilangan kesabaran. Dengan memiliki anak, pekerjaan sederhana menjadi monumental," ujar Daniel Slater, Digital Execution Manager dari BP.

(Baca juga: Studi: Ibu yang Berpikiran Terbuka Membuat Anak Lebih Kreatif)

Ia menyontohkan, saat mengisi bahan bakar, anak-anak biasanya ingin ikut turun dari kendaraan, yang cukup merepotkan. 

Beberapa aktivitas dalam mobil yang juga cukup menguji kesabaran orang tua adalah menyelipkan permen di antara sela kursi, suka berdiri di kursi, dan meletakkan celana di kepala mereka. 

Studi tersebut juga menemukan bahwa kebanyakan kekacauan dan stres karena ulah anak terjadi ketika di rumah (46 persen), berada di toko (13 persen), dan makan di restoran (10 persen).

Sebanyak 82 persen orang tua mengatakan anak-anak mereka agak nakal ketika mereka tidak melihat, tetapi dua pertiga memiliki saat-saat di mana mereka menemukan tingkah anak-anak mereka cenderung lucu daripada mengesalkan.

Itu juga muncul tiga perempat menghabiskan lebih lama, sekarang mereka memiliki anak, melakukan tugas-tugas sederhana daripada sebelum mereka menjadi orang tua.

Mereka juga mengaku bahwa menghabiskan waktu tiga perempat kali lebih lama dari waktu normal melakukan tugas-tugas sederhana dibandingkan sebelum memiliki anak. 

Hanya keluar dari pintu depan membutuhkan tambahan 12 menit, 14 menit ke toko makanan dan 11 menit tambahan hanya untuk berpakaian di pagi hari, sejak mereka memiliki anak.

Kemudian, sarapan bersama menjadi lebih lama 12 menit lagi dengan hiruk-pikuk anak-anak, dengan berjalan ke toko lokal memakan tambahan waktu 11 menit.

Para orang tua menganggap mereka menghabiskan hampir 40 menit sehari merasa cemas karena anak-anak mereka mengamuk dan menghabiskan delapan hari dalam sebulan merasa seperti mereka membutuhkan sedikit istirahat atau waktu untuk diri sendiri. 





(TIN)