Persiapan Sebelum Si Kecil Memasuki Dunia Prasekolah

Dhaifurrakhman Abas    •    Rabu, 05 Dec 2018 12:11 WIB
prasekolah
Persiapan Sebelum Si Kecil Memasuki Dunia Prasekolah
Keterampilan sosial yang diperlukan untuk prasekolah termasuk berbagi, bergiliran, bermain dengan teman sebaya. (Foto: Pan Xiaozhen/Unsplash.com)

Jakarta: Orang tua tentu ingin anaknya bisa survive menghadapi segala tantangan kehidupan. Tak heran, sebagian orang tua mulai mendidik si kecil sejak dini.

Misalnya saja pendidikan prasekolah atau taman kanak-kanak (TK). Beberapa percaya pendidikan TK dipercaya menjadi pondasi yang bisa menyukseskan kehidupannya kelak.

Anak yang mengikuti pendidikan TK biasanya berusia di bawah usia lima tahun. Mereka sangat bergantung dan membutuhkan perhatian dari kedua orang tuanya.

Tentunya, ada beberapa persiapan yang mesti Anda lakukan sebelum melepaskan di sekolah tersebut. Berikut beberapa langkah dari Parents yang bisa Anda ikuti sebelum si kecil berbaur dengan lingkungan sekolah.

(Baca juga: Persiapan Anak di Hari Pertama Sekolah)

1. Mendorong kemandirian
Anak-anak akan belajar sukses dari kesalahan yang dilakukan. Jadi, jangan buru-buru menyelamatkannya jika mereka berhadapan dengan situasi yang menantang.

"Secara sosial, anak belajar dari kepercayaan yang diberikan orang tuanya. Memberikan mereka kepercayaan membuat anak percaya diri serta mengurangi mereka melakukan kesalahan yang sama," kata Grace Geller, direktur Prasekolah dari Children's Carousel, Weston, Florida.

Geller merekomendasikan untuk mengajarkan anak melakukan hal-hal kecil secara mandiri. Semisal mencuci tangan, mengemas barang, atau yang paling ringan, menutup mulut ketika bersin. "Tapi Anda tetap harus membimbingnya," imbuhnya.


(Anak yang mengikuti pendidikan TK biasanya berusia di bawah usia lima tahun. Mereka sangat bergantung dan membutuhkan perhatian dari kedua orang tuanya. Foto: Ben White/Unsplash.com)

2. Ajarkan pelatihan toilet
"Pelatihan toilet merupakan isu yang rumit," ujar Geller.

Sebelum memilih sekolah TK, tanyakan dahulu aturan pelatihan toilet (potty training). Jika tidak, pertimbangkan dengan matang atau ajarkan si kecil menggunakan toilet secara mandiri.

Jika tidak, jangan memaksanya. Tetapi jika anak Anda mampu menjaga popoknya tetap kering selama satu jam, maka kemungkinan dia siap untuk mulai berlatih. "Preschool harus bersedia membantu orang tua dalam proses pelatihan toilet," kata Geller.

3. Kembangkan keterampilan sosial
Bukan hanya kesiapan akademis, keterampilan sosial menjadi prioritas. Sebab si kecil akan berhadapan dengan lingkungan baru.

"Pergi ke prasekolah adalah tentang sosialisasi. Ketika berpikir tentang prasekolah, pertimbangkan bahwa anak akan berada jauh dari Anda," kata Claire Haas, wakil presiden pendidikan dari The Kiddie Academy di Abingdon, Maryland.

Keterampilan sosial yang diperlukan untuk prasekolah termasuk berbagi, bergiliran, bermain dengan teman sebaya, serta berpartisipasi dalam permainan. Cara paling alami untuk memelajari keterampilan ini adalah saat bermain dengan teman sebaya.

"Jadi mintalah anak Anda berpartisipasi dalam banyak permainan sebelum hari pertama prasekolah," ujarnya.

Mulailah mengajar sopan santun sejak dini, agar anak Anda tahu cara menyambut orang lain. Selain itu ajarkan dia patuh mengikuti petunjuk, tidak menyela, dan mengatakan tolong dan terima kasih.

"Ini adalah cara anak Anda menunjukkan rasa hormat. Guru anak Anda pasti akan terkesan," tandasnya.


(TIN)