Terlalu Berharap Hubungan yang Sempurna Jadi Penyebab Gagalnya Pernikahan

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 04 Oct 2017 13:16 WIB
pernikahan
Terlalu Berharap Hubungan yang Sempurna Jadi Penyebab Gagalnya Pernikahan
(Foto: American Psychological Association)

Metrotvnews.com, Jakarta: Angka perceraian semakin meningkat dimana 42 persen pernikahan di Inggris berakhir dengan perpisahan. Mengapa hal tersebut terjadi?

Menurut seorang profesor psikologi sosial, terlalu berharap memiliki hubungan yang sempurna adalah penyebabnya.

Eli Finkel, dosen di Northwestern University di Illinois, percaya bahwa banyak orang mengharapkan terlalu banyak dari hubungan romantis dan ia menyarankan untuk menurunkan harapan tersebut bila menginginkan hubungan yang langgeng.

Ia menjelaskan, pandangan terhadap pernikahan semakin berubah dalam beberapa tahun terakhir, yang mana kebanyakan orang menuntut lebih banyak pada pasangan mereka daripada sebelum menikah.

Dia percaya bahwa perubahan terbesar dalam ekspektasi pernikahan masyarakat dalam 100 tahun terakhir semakin menurun ke tekanan tambahan yang diperburuk oleh perubahan budaya.

Selain itu, tak sedikit orang yang berasumsi bahwa pasangan dapat membantu dirinya ikut berkembang. Akibatnya, mereka mengandalkan pasangan untuk kepuasan sendiri, dengan dan menjadikan pasangan sebagai motivasi untuk menjadi kompeten, ambisius, dan atraktif.

Hal tersebut memberikan tekanan terlalu besar dalam hubungan.

"Gagasan bahwa perubahan sifat dasar dari harapan pernikahan membuat banyak pernikahan tidak sesuai harapan dan mengecewakan," ujar Finkel.

Dia menjelaskan bahwa tuntutan tanpa henti akan memberi tekanan pada hubungan.

Yang harus dilakukan adalah, tidak perlu merasa sungkan untuk meminta pasangan agar tidak memiliki ekspektasi berlebihan. Ia menyarankan agar para pasangan lebih banyak menghabiskan waktu berkualitas bersama dan memastikan keduanya memiliki tujuan yang sama dalam menjalin hubungan.





(DEV)