Membedakan Muntah dan Gumoh

Karina Yunita    •    Senin, 12 Sep 2016 12:37 WIB
kesehatan anak
Membedakan Muntah dan Gumoh
(Foto: Livestrong) Periksa ke dokter jika Anda melihat gejala tidak kunjung membaik.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagaimana cara mengetahui apakah bayi Anda muntah atau gumoh? Umumnya bayi akan memuntahkan kembali susu, atau sering juga disebut dengan ‘gumoh’ yang disertai dengan sendawa setelah diberi ASI. 

Secara spesifik, gumoh berbeda dengan muntah, walaupun merujuk pada suatu kondisi yang sama dimana ada sesuatu yang keluar dari mulut atau lambung bayi.

(Baca juga: Bahayakah Bayi Sering Gumoh?)

Perlu diketahui bahwa muntah berbeda dengan gumoh. Gumoh sering terjadi pada bayi yang masih kecil dan sering terjadi setelah menyusu dengan cairan yang keluar hanya sedikit dan mungkin hanya menetes. Sedangkan muntah pada bayi ditandai dengan keluarnya cairan dari mulut yang banyak dan terkadang menyembur, seringkali membuat bayi menjadi nangis atau rewel dan mungkin disertai dengan gejala lainnya.

Beberapa Langkah Membedakan Muntah dan Gumoh
-Langkah ke-1
Menurut Seattle Children's Hospital, menjelaskan jika ia meludah setelah makan atau bersendawa itu mungkin tanda dari gumoh. Jika ia meludah banyak dan itu tandanya si kecil muntah karena mungkin ia sakit.

-Langkah ke-2
Amati si kecil saat ia meludah. Menurut the American Academy of Pediatrics mengatakan, Jika susu atau makanan keluar tidak banyak itu tandanya anak Anda gumoh.

-Langkah ke-3
Mencari tanda-tanda lain. Jika Anda yakin bahwa si kecil akan muntah, periksa suhu tubuhnya dan cari tanda-tanda pada tubuhnya. Periksalah saat ia buang air besar untuk tanda-tanda dari diare. Menurut Palo Alto Medical Foundation mengatakan, muntah pada anak dibawah usia 3 bulan sering disebabkan oleh gastroenteritis yang merupakan penyakit karena virus yang mempengaruhi perut. 

-Langkah ke-4
Membawa si kecil ke dokter spesialis anak. Jika Anda yakin bahwa ia sakit atau Anda masih bertanya-tanya tentang kondisinya, ada baiknya Anda memeriksakan si kecil ke dokter. Dengan memeriksakan si kecil, Anda akan lebih mengetahui apakah ia mengalami gastroenteritis, atau penyakit yang lebih serius seperti infeksi rotavirus, penyakit yang menyebabkan diare berat dan muntah.

Tips 
Menurut Palo Alto Medis Foundation, jika bayi Anda muntah atau diare jangan biarkan ia mengalami dehidrasi. Tipsnya yaitu, hindari ikat popok bayi yang terlalu kencang. Popok yang ketat bisa menekan perut yang dapat meningkatkan kemungkinan bayi Anda menjadi muntah.






(TIN)