Tips Menghindari Penculikan Anak di Tempat Umum

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 24 Oct 2018 13:00 WIB
keluargatips & trik
Tips Menghindari Penculikan Anak di Tempat Umum
Untuk menghindari penculikan yang sedang marak, psikolog anak dan keluarga Vera Itabiliana Hadiwidjojo memberikan beberapa tips penting. (Foto: Annie Spratt/Unsplash.com)

Jakarta: Trik penculikan anak saat ini sekarang semakin beragam. Bahkan, para penculik tak jarang menyamar menjadi pengemis atau orang gila supaya bisa lebih dekat dengan korban.

Untuk menghindari hal tersebut psikolog anak dan keluarga Vera Itabiliana Hadiwidjojo memberikan beberapa tips penting. Hal pertama yang harus ditanamkan pada anak adalah menjelaskan secara jelas dan spesifik dengan siapa saja anak boleh bepergian dan berdekatan. Jelaskan bahwa orang-orang yang tak akrab dalam keseharian sebaiknya jangan dituruti.

"Kemudian, beritahu anak di mana tempat-tempat dia dapat menunggu dengan aman, misalnya penjemputan sekolah," tambah Vera dalam surel yang diterima Medcom.id pada Rabu 24 Oktober 2018.

Kemudian, beritahukan pada anak untuk menjaga jarak dengan orang tidak ia kenal, misalnya saat ada orang yang berpura-pura menanyakan jalan/alamat. Ajarkan anak untuk berjarak satu lengan dari orang tersebut sehingga pelaku tidak mudah untuk menjangkau anak.

(Baca juga: Ketahui Jenis-jenis Penculikan)


(Trik penculikan anak saat ini sekarang semakin beragam. Bahkan, para penculik tak jarang menyamar menjadi pengemis atau orang gila supaya bisa lebih dekat dengan korban. Foto: Jamie Taylor/Unsplash.com)

Tips lain yang diberikan adalah membuat kata kunci khusus antara anak dan orang tua. Dengan demikian, orang tua dapat memastikan anak dijemput oleh orang anggota dipercaya karena ada kode khusus.

Di satu sisi, orang tua juga disarankan harus fokus dalam memerhatikan anak, terutama di area publik.

"Mengingat kejahatan bisa terjadi di mana saja. Tetapi khususnya di tempat baru yang masih asing bagi anak, di tempat yang ramai."

Beberapa aktivitas seperti membayar di kasir atau teralihkan oleh gawai cenderung membuat anak terlepas dari pandangan sehingga kemungkinan buruk bisa terjadi. Vera mengingatkan agar anak sebaiknya tetap berada di dekat orang tua agar mudah terpantau.




(TIN)