Pola Pendidikan Anak Harus Diperbaharui

Yatin Suleha    •    Rabu, 05 Oct 2016 13:27 WIB
pendidikan anak
Pola Pendidikan Anak Harus Diperbaharui
Jangan sampai anak menemukan orangtua mereka menerangkan sesuatu yang membohongi mereka, karena hal itu bisa menghilangkan kepercayaan anak. (Foto: Sciencedaily)

Metrotvnews.com, Jakarta: Masihkah Anda ingat dengan himbauan orangtua kita yang dulu, seperti "Lekas masuk ke rumah saat azan Magrib, jika tidak maka akan diculik setan." Ternyata himbauan seperti ini sudah tidak bisa lagi diterapkan pada anak zaman sekarang. 

Dalam jurnal Hand Therapy, Elizabeth Fain, salah seorang peneliti dari kota bagian Winston-Salem juga menyebutkan, bahwa generasi saat ini disebut dengan generasi millennial, dimana telah ada pergeseran pola kerja serta kebiasaan dalam masyarakat yang ikut memengaruhi nilai di masyarakat. "Kita sudah tidak terlalu berkutat dengan pertanian melainkan teknologi," tegas Fain.

Untuk itu, pola pendidikan anak zaman sekarang ini pun harus ikut berubah. "Generasi sekarang jelas berbeda dengan generasi zaman dahulu," jelas Indra Charismiadji, seorang Professional Development for educators dari 21st Century Learning Expert.

(Baca juga: Ahok: Pendidikan Kita Enggak Kalah dengan Yogya)

Indra menjelaskan bahwa, pola pergaulan dan pola kehidupan sudah berubah daripada zaman dulu. Sehingga pola pendidikannya pun juga harus berbeda dengan zaman kita dulu. "Pola pendidikan kita sudah tidak bisa lagi dengan model 'sarung', yaitu satu ukuran untuk semua orang," tukas Indra. Menurutnya, pola pendidikan anak yang banyak ditakut-takuti pun harus dirubah. 

Indra menegaskan bahwa poinnya adalah, "Pola pendidikan harus berubah, yaitu harus disesuaikan dengan kondisi anak zaman sekarang. Para pendidik juga harus meng-upgrade, tentang bagaimana pola pendidikan di abad 21, dunia yang serba digital ini," ungkap laki-laki yang juga membantu menjadi konsultan di beberapa lembaga pemerintahan ini.

Ia menerangkan lagi, bahwa ada nilai yang masih harus tidak bergeser yaitu nilai kepercayaan dan penghormartan terhadap orangtua serta guru. 

"Jangan sampai anak menemukan orangtua mereka menerangkan sesuatu yang membohongi mereka, karena hal itu bisa menghilangkan trust atau kepercayaan mereka pada orangtua."





(TIN)