Masih Tersedia Banyak Lapangan Pekerjaan di Indonesia, Apa Saja?

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 15 Sep 2016 16:04 WIB
pendidikan
Masih Tersedia Banyak Lapangan Pekerjaan di Indonesia, Apa Saja?
(Foto: Betapharmacy)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia merupakan negara maritim. Untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam di bidang kelautan, dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni.

Faktanya, hal tersebut belum bisa dilakukan.

"Negara maritim artinya 40-50 persen pendapatan didapat dari kelautan. Saat ini, Indonesia baru mendapat 15 persen. Permasalahannya, tak banyak generasi muda yang tertarik di bidang ini," jelas Ina Liem selaku CEO Jurusanku.com dalam diskusi bertajuk Preferensi Orang Tua Indonesia Terhadap Pendidikan Terbaik Anak di Era Millennial, di Jakarta, Rabu (14/9/2016).

Menurut data survei dari Jurusanku.com yang melibatkan 11.751 siswa kelas X-XII di 16 kota pada 2013-2016, hanya sedikit siswa yang mau berkecimpung di bidang kelautan dengan minat teknik perkapalan sebanyak 4 orang, logistik 10 orang, dan perikanan 12 orang.

(Baca:
Tiga Kemampuan yang Harus Dimiliki di Era Globalisasi)

Sementara itu, Ina juga menjelaskan bahwa saat ini terdapat 688 ribu pengangguran di Indonesia lulusan perguruan tinggi. Sebabnya, kemampuan mereka tak sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Kendala kedua, ditinjau secara regional. Pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), ada profesi unggulan yang kemudian akan menjadi beban jika masyarakat Indonesia tak mampu bersaing.

Dari delapan profesi yang paling dicari MEA, lima di antaranya adalah jurusan favorit di Indonesia, yaitu kedokteran, teknik, akuntansi, arsitek, dan perhotelan (pariwisata).

Ina menambahkan, ada beberapa jenis pekerjaan yang masih memiliki prospek bagus ke depan, yakni pekerjaan yang berhubungan dengan sosial dan seni yang abstrak, seperti terapis rekreasional, ahli gizi, animator, desainer pakaian, penulis, dan psikolog.

Sementara pekerjaan yang memiliki risiko besar untuk digantikan alat sehingga diprediksi punah yakni spesialis pemasaran, agen penjualan, auntansi, telemarketer, dan teller.






(DEV)