Gadget Dinilai Lebih Menarik Ketimbang Buku

   •    Selasa, 25 Apr 2017 15:44 WIB
bukuminat baca
Gadget Dinilai Lebih Menarik Ketimbang Buku
Ilustrasi. (ANTARA/Asep Fathulrahman)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia hanya lebih tinggi satu peringkat dari Bostwana di posisi 60 dari 61 negara yang melek membaca, berdasarkan studi yang dilakukan Central Connecticut State University di Amerika Serikat.

Pengamat Sosial Devie Rahmawati mengatakan krisis membaca buku memang terus terjadi di Indonesia. Anak-anak usia sekolah saat ini lebih suka bermain gadget ketimbang membaca.

"Dibandingkan 30 tahun lalu, anak-anak sekarang memiliki kemampuan membaca sangat rendah. Kenapa? karena sinar dari gadget lebih memukau ketimbang membaca buku," kata Devie, dalam Newsline, Senin 24 April 2017.

Devie menilai ada persoalan mendasar yang terjadi di Indonesia. Salah satunya akses terhadap buku-buku berkualitas kini tidak lagi mampu dijangkau di sekolah-sekolah.

Untuk mendapatkan satu buku saja perlu usaha yang tidak mudah dan murah, belum lagi kecanggihan teknologi yang mudah diakses oleh siapa saja termasuk anak-anak.

"Meskipun kemudian ada buku elektronik dari gadget, kalau penggunaannya tidak didampingi, yang terjadi buku bukan sebagai teman membaca tapi lebih kepada baby sitter yang membuat anak lebih tenang dan mudah diatur," katanya. 

Devie mengatakan tak jadi soal jika para orang tua memberikan gadget kepada anaknya. Hanya saja penggunaannya memang harus benar-benar diawasi agar tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. 

Salah satu hal yang bisa dilakukan orang tua adalah membatasi anak untuk memainkan gadget dan menggantinya dengan buku. Atau, orang tua memasang aplikasi membaca buku di gadget dan tidak menyediakan fasilitas untuk mengakses internet.

"Secara psikologis, anak-anak membutuhkan ruang untuk bergerak. Ketika tidak ada gadget dan kita memberikan buku, otomatis mau tidak mau anak-anak akan kesana," katanya. 




(MEL)