Kebahagiaan Ibu Pengaruhi Kebahagiaan Anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 27 Jul 2018 16:06 WIB
keluarga
Kebahagiaan Ibu Pengaruhi Kebahagiaan Anak
Keterlibatan orang tua membuat anak bahagia. (Foto: Edward Cisneros/Unsplash.com)

Jakarta: Ungkapan bahwa bahagia menular ternyata memang benar adanya. Bahkan, hal ini sudah bermula sejak dalam lingkungan inti, yaitu keluarga.

Psikolog Elizabeth Santosa mengungkapkan bahwa suasana hati orang tua, terutama ibu yang biasa mengasuhnya, memengaruhi suasana hati anak.

"Anak yang bahagia, bisa menjadi tak bahagia bila melihat ibunya tak senang. Kebahagiaan menular," ungkapnya konferensi pers Nestlé LACTOGROW Grow Happy, Jumat 27 Juli 2018.

Selain menekankan pentingnya terlihat bahagia, wanita yang akrab disapa Lizzy tersebut juga menyebutkan bahwa tak hanya kehadiran orang tua yang dapat membuat si kecil bahagia, tetapi juga keterlibatan orang tua.


(Ungkapan bahwa bahagia menular ternyata memang benar adanya. Bahkan, hal ini sudah bermula sejak dalam lingkungan inti, yaitu keluarga. Foto: Sai De Silva/Unsplash.com)

(Baca juga: Tak Hanya Menemani, Orang Tua Perlu Terlibat dalam Aktivitas Bersama Si Kecil)

"Kebanyakan orang tua di Indonesia merasa anak bahagia ketika diberi mainan dan bermain dengan orang tua. Padahal, sebuah penelitian menyebutkan bahwa bukan aktivitasnya yang membuat mereka bahagia, tetapi keterlibatan orang tua."

Ia menambahkan, beberapa klien dia adalah anak-anak dengan ibu yang tidak bekerja atau ibu rumah tangga.

Artinya, ia menyimpulkan durasi menghabiskan waktu dengan anak yang banyak, tidak menjanjikan keterlibatan yang dibutuhkan anak. "Makanya anak jadi berulah."

Lizzy menyarankan agar memberikan perhatian penuh dengan anak saat sedang bersama. Salah satunya dengan melakukan kontak mata saat sedang berbicara agar si kecil merasa dirinya diperhatikan. "Jangan ada distraksi, fokus pada kegiatan bersama anak," tambahnya. 




(TIN)