Tujuh Stimulasi Agar Otak Si Kecil Sehat

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 04 Aug 2018 19:32 WIB
tumbuh kembang bayitumbuh kembang anaktips keluarga
Tujuh Stimulasi Agar Otak Si Kecil Sehat
Stimulasi Agar Otak Si Kecil Sehat (Foto: shutterstock)

Jakarta: Berbagai stimulasi dapat membuat otak anak, yang terdiri dari 100 juta neuron dan pada tahun pertamanya dan triliunan koneksi sel otak, semakin berkembang.

Berikut adalah cara-cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat otak bayi lebih cerdas, seperti dilansir Thehealthsite.

1. Berinteraksi

Mengajak ngobrol sambil menyebutkan kata dengan penggalan suku kata dan permainan nada suara dalam merespons anak adalah salah satu cara mencerdaskan otak anak. Semakin banyak vokasional orang tua, semakin berkembanglah area otak bayi yang bertanggung jawab untuk memahami ucapan dan memproduksi bahasa.

2. Libatkan bayi ke dalam permainan yang melibatkan gerakan tangam

Dengan aktivitas tersebut, kekuatan respons bayi akan meningkat dan membantunya dalam mempelajari permainan sekuensial sederhana.

3. Perhatikan apa yang ditunjukkan oleh bayi

Ikuti apa yang ditunjukkan bayi dengan pandangan dan berikan komentar. Dengan demikian, si kecil mengetahui betapa pentingnya minat dan pengamatannya bagi orang tuanya.

4. Cobalah membuat bayi tertarik dengan buku

Penanganan bahasa reseptif bayi sangat tergantung pada hal ini. Tarik perhatian mereka ke buku berwarna-warni dan ceritakan isi buku dengan suara untuk menjelaskan konten buku. Anak akan mengembangkan keterampilan berbahasa reseptif yang bagus dengan cara ini.

5. Sering menyentuh bayi

Sebuah studi menemukan bayi yang tidak sering disentuh memiliki ukuran otak yang lebih kecil. Karena itu, sering-seringlah menyentuh bayi dengan lembut mengelus rambut dan perut mereka, melakukan kontak mata yang sering dan tarik perhatian mereka dengan apa yang Anda katakan. Hal tersebut akan membantu bayi untuk merasakan emosi secara mendalam.

6. Pilih mainan yang tepat

Mainan seperti permainan blok dapat meningkatkan kemampuan penalaran bayi dan memungkinkan bayi untuk memahami hubungan sebab-akibat dan alasan jika-kemudian.

7. Segera tanggapi ketika bayi menangis

Tenangkan dan peluklah bayi ketika menangis untuk membangun sirkuit otak positif di area limbik otak yang terkait dengan emosi. Hal tersebut akan membantu bayi memiliki perkembangan emosional yang sesuai dan memberikan tanda-tanda keamanan emosional kepadanya.


 


(ELG)