Apakah Binatang Bisa Mabuk?

Raka Lestari    •    Kamis, 16 Nov 2017 14:15 WIB
Apakah Binatang Bisa Mabuk?
Lalat yang tidak berhasil menemukan pasangannya inilah, yang memiliki tingkat neuropeptide F yang lebih rendah sehingga mereka memilih alkohol untuk meningkatkan rasa kepuasan mereka. (Foto: Nationalgeographic.com)

Jakarta: Anda masih ingat dengan video viral yang terjadi di Taman Safari belum lama ini? Sekelompok anak muda memberikan minuman beralkohol pada beberapa hewan lalu mengunggahnya di Instastory. Terdapat banyak kecaman atas tindakan tersebut. 

Berbicara tentang binatang yang mabuk, sebuah artikel mengenai binatang yang mabuk terutama ngengat ternyata memiliki ketertarikan untuk mabuk.

Dilansir dari Nationalgeographic.com, studi yang dilakukan pada 2008 terhadap ngengat menemukan bahwa ada sekitar 25 spesies ngengat tertarik dengan perangkap yang diberi umpan anggur atau bir.

Serangga-serangga lainnya juga cenderung mengonsumsi makanan yang bisa membuat mabuk saat mereka ditolak secara seksual.


(Studi lebih lanjut menemukan bahwa lalat jantan yang berhasil dikawinkan memiliki kadar kimia otak yang lebih tinggi yang disebut neuropeptide F. Foto: Courtesy of Nationalgeographic.com)

(Baca juga: Giant Panda dari Tiongkok Dikembangbiakkan di Taman Safari)

Pada tahun 2012 sebuah studi di jurnal Science, para peneliti membandingkan preferensi dari lalat buah laki-laki yang berhasil dikawinkan dan yang tidak berhasil. Hasilnya menunjukkan bahwa lalat yang tidak berhasil dikawinkan cenderung memilih makanan yang mengandung alkohol, sedangkan yang berhasil dikawinkan tidak.

Studi lebih lanjut menemukan bahwa lalat jantan yang berhasil dikawinkan memiliki kadar kimia otak yang lebih tinggi yang disebut neuropeptide F, yang mungkin meningkat saat lalat menerima hadiah, seperti seks salah satunya.

Lalat yang tidak berhasil menemukan pasangannya inilah, yang memiliki tingkat neuropeptide F yang lebih rendah sehingga mereka memilih alkohol untuk meningkatkan rasa kepuasan mereka.








(TIN)