Zaskia Sungkar Ajak Desainer Hijab Bergandeng Tangan

Nia Deviyana    •    Jumat, 18 Mar 2016 18:01 WIB
modest wear
Zaskia Sungkar Ajak Desainer Hijab Bergandeng Tangan
(Foto: Metrotvnews.com/ Nia Deviyana)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pesatnya industri busana muslim, atau yang kini populer dengan sebutan modest wear meningkatkan gairah para desainer hijab untuk menghasilkan karya-karya terbaiknya. 

Apalagi, Indonesia memiliki misi menjadikan dirinya sebagai kiblat fesyen muslim dunia. Hal tersebut, juga menginspirasi sebagian selebritas untuk alih profesi sebagai desainer. Zaskia Sungkar, salah satunya. 

Berikut ini, wawancara Metrotvnews.com dengan Zaskia Sungkar saat dijumpai di pekan mode Indonesia Fashion Week, pekan lalu.

Bagaimana awal mula tertarik menjadi desainer?

Saya waktu kecil suka gambar-gambar tokoh kartun, terus semakin besar saya beralih jadi suka desain baju. Awalnya saya suka jahit baju untuk dipakai sendiri. Misalnya, untuk manggung dan mengisi acara. Dari situ, banyak yang nanya, 'baju yang dipakai beli di mana?', ternyata banyak yang bilang bagus. Dari situlah, akhirnya memutuskan membuat label pakaian sendiri.

Bagaimana memulai perjalanan di industri fesyen?

Pertama kali bikin label masih ikutin selera pasar. Tapi makin kesini makin bebas berekspresi sesuai karakter saya, yakni menampilkan busana dengan warna-warna solid, tegas, lurus. Makanya busana-busana rancangan saya didominasi warna hitam dan putih.

Bagaimana respons masyarakat terhadap busana rancangan kamu?

Alhamdulillah sekarang sudah punya banyak cabang. Jadi gimana caranya bisa memarketing produk ini ke masyarakat. Satu-satunya, ya dengan mengikuti banyak pekan mode. Waktu itu ikut London Fashion Week dan puji syukur dapat respons yang luar biasa.

Model busana seperti apa yang sedang dikerjakan saat ini?

Back to basic, karena yang ribet-ribet sepertinya sudah enggak zaman. Yang pasti, akan selalu ada Monas dan Patung Pancoran pada desain karya saya sebagai identitas. Tetapi untuk satu tahun ini, saya lagi fokus pada kain tradisional (batik Garut) yang dituangkan dalam busana siap pakai. 

Sekarang bisa dikatakan ada banyak sekali desainer hijab, bagaimana cara kamu untuk bersaing?

Saya tidak menganggap desainer lainnya sebagai saingan. Justru untuk mewujudkan indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia, kita harus saling bergandeng tangan. 

Lagipula, Indonesia punya banyak sekali kekayaan, jadi saya yakin setiap desainer pasti punya karya yang berbeda-beda, karena inspirasinya banyak. Saya juga bergabung dengan Hijup, salah satu  e-commere yang memiliki misi memperkenalkan desainer Indonesia kepada dunia .Kita juga sering sharing masalah hijab, saling mendukung dan optimis. 

Apa yang harus harus dilakukan para desainer untuk mewujudkan indonesia sebagai kiblat fesyen muslim 2020? 

Kita tidak boleh lupa bahwa Indonesia punya banyak kekayaan, itu potensi utama kita. Jadi kalau mau misi itu berhasil, mau tidak mau kita harus menciptakan tren sendiri. 


(DEV)