Ini Alasan Busana Muslim Indonesia Digemari Orang Asing

Nia Deviyana    •    Senin, 14 Mar 2016 16:44 WIB
modest wear
Ini Alasan Busana Muslim Indonesia Digemari Orang Asing
(Foto: dok.MI / Antara / Pey Hardi Subiantoro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebudayaan Indonesia banyak memberi inspirasi bagi dunia fesyen. Tak terkecuali pada rancangan  busana muslim karya desainer Tanah Air.

Busana muslim atau yang belakangan disebut modest wear ini mendapat respons sangat baik dari para konsumen asing. 

"Masyarakat dunia, terutama para perempuan muslim, mendambakan produk yang modern, nyaman, dan trendi. Indonesia memberi mereka banyak pilihan rancangan. Mulai dari abaya, hijab syar'i, etnik, atau modest wear dengan gaya kontemporer," jelas CEO e-commerce HijUp, Diadjeng Lestari, saat dijumpai Metrotvnews.com, belum lama ini. 

Kebudayaan Indonesia yang kaya, memberi sumbangan besar terkait hal ini. 

"Banyak kebudayaan Indonesia yang terbentuk dari akulturasi. Sebut saja, dari Tiongkok dan Arab, yang kemudian melahirkan desain pakaian yang berbeda-beda. Biasanya sesuai latar belakang kebudayaan desainernya. Kalau di negara lain, rata-rata hanya ada satu model saja karena kebudayaan mereka tidak sebanyak di sini (Indonesia)," tambahnya.

Respons yang positif dari konsumen luar negeri menjadi awal yang baik, mengingat Indonesia memiliki misi menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada 2020.

Saat ini, kata Diadjeng, Pangsa pasar HijUp di seluruh dunia sudah mencapai 1,7 miliar orang. Di Inggris, konsumen produknya mencapai 3 juta orang. 

"Inggris merupakan salah satu pusat mode, terutama di London dan Birmingham. Artinya, kita sudah dapat legitimasi. Itulah mengapa saya sangat optimistis Indonesia bisa menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada 2020," paparnya.

Diadjeng berharap seluruh desainer busana muslim di Indonesia bergandengan tangan.

"Busana muslim menjadi tren, jangan membuat para desainer saing-saingan. Kita punya banyak inspirasi yang membuat desain kita punya identitasnya sendiri. Justru kita harus bergandengan tangan dan saling dukung untuk mewujudkan misi Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia 2020," pungkas CEO e-commerce yang menaungi lebih dari 120 brand dari desainer lokal ini.


(DEV)