Strategi Jadikan Indonesia Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 14 Mar 2016 13:54 WIB
modest wear
Strategi Jadikan Indonesia Kiblat Fesyen Muslim Dunia
Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementrian Perindustrian, Harjanto (Foto: Metrotvnews.com/Yanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia memiliki misi menjadikan industri fashion muslimnya sebagai kiblat fashion dunia 2020. Untuk mewujudkan hal tersebut, ada beberapa tantangan dan staregi yang perlu diperhatikan.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementrian Perindustrian, Harjanto saat ditemui Metrotvews.com dalam acara Indonesia Fashion Week 2016.

"Pertama, kita harus mengangkat desain kita agar lebih dikenal mancanegara," ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa sumber daya menjadi salah satu momok yang besar. Oleh karena itu, pendidikan bagi para desainer sangat diperlukan, terlebih pada industri kecil menengah. Untuk industri besar, dia menganggap masalah sumber daya manusia bukanlah hal krusial.

Selain itu, bahan baku yang masih bergantung pada produk impor juga menjadi tantangan tersendiri. Tak hanya dari segi ketersediaan yang terbatas, namun kemudahan untuk mendapatkannya pun masih sulit. Meskipun sudah ditemukan solusi, yaitu Pusat Logistik Berikat (PLB), namun masih banyak kendala yang dihadapi.

"Kita harap dengan adanya PLB ke depan bisa membantu Industri kecil menengah agar mudah mendapatkan aksesoris atau apapun yang bisa membantu mengembangkan desain," ujarnya.

Dia juga mengakui bahwa dukungan infrastruktur di Indoensia memang belum seperti negara lain yang total dalam memfasilitasi. Karena itu, diperlukan kerjasama dari beberapa kementrian agar semua kebutuhan para desainer dapat terpenuhi.

Ketiga, bentuk promosi pada mancanegara perlu semakin gencar dilakukan, salah satunya dengan mengadakan pameran yang sifatnya internasional agar lebih dikenal dunia sehingga brand lokal semakin dikenal dan para buyer (pembeli) pun tertarik datang karena diundang melalui ekshibisi.

"Acara tahunan seperti Indonesia Fashion Week dan pameran provinsi bisa menjadi ajang pengenalan produk dalam negeri yang efektif. Bahkan untuk pameran provinsi, untuk bisa membelinya, Anda harus datang ke pameran langsung," jelasnya.

Iklim usaha yang kondusif juga memberi pengaruh yang penting untuk membuat fashion muslim Indonesia berkembang. Salah satu startegi yang sudah dilaksanakan adalah penurunan Kredit Usaha Rakyat dar 22 persen menjadi 9 persen. Selain itu, untuk dunia fesyen, pemerintah juga menyiapkan dana sebesar Rp120 triliun. Hal itu diharapkan dapat mempermudah industri usaha kecil menengah.

Terakhir, salah satu strategi yang sebaiknya dipakai paa desainer Indonesia untuk menarik hati para muslim mancanegara adalah dengan mengenalkan produk yang lebih ramah lingkungan.

"Misalnya, gunakan fiber bambu yang lebih dingin sehingga cocok untuk pakaian muslim," sarannya.

"Bila bisa menyasar pada segmen tertentu, menjual prioduk yang ramah lingkungan dapat menjadi selling point yang bagus," tutupnya.


(ELG)